Hari ini adalah hari pertamaku masuk ke sekolah baru, rasanya sangat senang dan gugup. Belajar beradaptasi dengan lingkungan serta orang-orang baru. Tapi ada satu hal yang membuat ku lebih tidak sabar, yaitu bertemu dengannya, sahabatku.
Aku memiliki sahabat sejak kecil, namanya Giovanny yang biasanya dipanggil Gio. Dia adalah lelaki bertubuh tinggi, berwajah manis karena memiliki lesung pipi, sikapnya ceria dan humoris, cocok dengan wajahnya.
Sangat berkebalikan dengan ku. Aku memiliki sikap yang bisa dibilang cuek, judes, tetapi pemalu, katanya. Aku biasanya dipanggil Fio dan nama lengkapku adalah Fiorent. Bisa dibilang aku anak yang berprestasi di kelas. Sehingga aku dan Gio pun sering belajar bareng.
Bukan hanya belajar bareng, tapi hampir semuanya dilakukan bersama-sama apalagi sekarang aku menuntut ilmu di tempat yang sama dengannya. Karena kedekatan kami, banyak yang mengira kami berdua memiliki hubungan spesial saat masuk sekolah.
Kedekatan kami membuat hidupku berwarna dan selalu diisi dengan canda tawa serta kebahagiaan. Aku sangat bersyukur memiliki dia dalam hidupku.
Karena tahun ajaran baru maka dari kami memiliki teman-teman baru. Aku memiliki teman baru yang bernama Jenni. Dia adalah teman sekelasku dan juga teman sebangku ku. Dia anak yang baik dan cantik mirip seperti orang bule, serta memiliki mata yang bulat.
Saat istirahat, aku memanggil Gio untuk mengajak makan saat pulang sekolah di cafe baru yang tidak jauh dari sekolah dan ia menyetujuinya. Akupun mengajak teman baruku ini dan ia juga akan mengajak teman-temannya.
Saat bel pulang sekolah berbunyi. Aku langsung menuju ke cafe baru bersama dengan Jenni. Saat sudah sampai ternyata Gio sudah sampai duluan, lalu aku bertanya
"Kalian mau pesen apa?"
Lalu setelah itu aku pergi untuk memesan. Saat itu, aku menoleh kearah Gio dan melihat Jenni dan Gio sedang tertawa bersama seakan akan mereka sudah sangat dekat.
Akupun merasakan ada sesuatu yang membuat dada ku terasa sesak. Tapi aku masih belum tau apa maksud dari itu. Lalu setelah memesan, aku kembali duduk dan menunggu pesanan datang. Akupun coba menghilangkan pikiran aneh dari otakku.
Suatu hari, saat kami belajar bersama, Gio terlihat sibuk dengan gadgetnya. Aku tidak tau dia sedang apa. Karena penasaran akupun bertanya kepadanya
"Gio! lagi ngapain sih? fokus banget kayaknya. Ada yang penting banget ya?" "Eh maaf, tadi aku abis bales pesannya Jenni nih, ehehe."
Mendengar jawabannya tiba-tiba dadaku terasa sesak lebih dari saat itu. Apakah aku cemburu?
Sudah berapa hari ini aku tidak bersama Gio, dikarenakan saat usai sekolah, ia langsung pulang. Akupun merasa ia menjauhi ku karena tidak biasanya dia seperti ini. "Apa mungkin ia sibuk? Ah entahlah." gumamku. Mungkin ini hanya perasaanku saja.
Saat pagi hari, sesampainya di sekolah, tiba-tiba Gio menghampiriku untuk mengajakku makan bersama saat pulang sekolah dan ia ingin menyampaikan sesuatu. Akupun penasaran apa yang akan ia sampaikan dan aku merasa senang karena dia kembali seperti dulu lagi.
Saat pulang sekolah kami makan sambil bercerita. Lalu tiba-tiba dia berkata
"Sebenernya aku suka sama kamu sejak pandangan pertama, kamu mau ga jadi pacarku?"
Akupun sangat kaget dan jantungku berdetak sangat kencang. Tetapi sebelum aku menjawab, Gio berkata bahwa dia mengatakan itu kepada Jenni dan sekarang ia sudah berpacaran dengan Jenni. Hatiku terasa remuk dan air mata tiba-tiba menetes tanpa ku sadari.
Akupun langsung berlari keluar dan pulang. Sedangkan Gio hanya duduk disana dengan raut bingung sambil menatapku pergi. Aku baru menyadari bahwa aku memiliki perasaan terhadapnya sejak lama yang baru ku sadari sekarang.
Karena kejadian hari itu, berapa hari ini aku tidak masuk sekolah karena merasa kurang sehat. Aku juga merasa sangat sedih seperti duniaku terasa hampa. Tetapi aku harus belajar menghilangkan perasaan ini daripada merusak persahabatan kami.
Setelah aku merasa baikan, aku pun masuk sekolah kembali. Aku bertemu dengan Jenni dan Gio lalu mengucapkan selamat kepada mereka. Setelah itu, akupun langsung kembali ke kelas agar Gio tidak teringat kejadian yang lalu-lalu.
Sekarang hari-hari ku tidak seindah dulu lagi karena aku bukanlah prioritas ia lagi. Gio sudah menemukan seseorang yang berarti baginya dan membuat hidupnya indah. Tetapi aku ikut bahagia melihat ia bahagia. Karena bahagia tidak harus selalu bersama tetapi jika orang yang kita sayangi bahagia, kitapun ikut bahagia dan bagiku menjadi sahabatnya sudah cukup.
17 komentar:
Hmmmm gw terharu
ngena baca na๐
Bagus. Lanjutkan :)
keren cerpennya
Nice one ๐
aduhh ceritannya sangat sangatt menyentuh sekalihh
Bagus. Saya sampai terharu bacanya
Keren, lanjutkan
Terharu sekali....
Bagus sekali.. penulis ya?
Menarik ceritanya..
Wah mantap
Duh ngena banget, semangat buat authornya ya
Cinta bertepuk tangan... Sakitnya๐ข
Bagus Thor, terus nulis ya!!
Ceritanya simple gak ribet bacanya dan ngena banget. Keep writing ๐๐ป
Bagus ceritanya, mantapp
Posting Komentar